Sunday, December 8, 2013

Kelak [ sebuah puisi ]



Kelak,
Di sini kami berdiri
Di negeri elok nan rupawan
Dikelilingi laut yang biru
Disinari mentari yang hangat
Dari Aceh hingga Papua negeri ini membentang
Berbaris pohon pohon menjadi hutan-hutan
Di sini,
Budaya nan anggun selalu memberikan kesan
Keramah tamahan menjadi simbol kebangsaan
Tapi itu dulu
ketika aku masih mendengarkan dongeng sebelum tidur dari bapak dan ibu

Kini…
Indonesiaku….
Hutanmu tak serimbun dulu
Langitmu tak sebiru dulu
Mentari yang dulunya menghangatkan kini membuat kulit terbakar
Budaya dikesampingkan,
Keramah tamahan menjadi kepura puraan
Kelak, apa yang harus aku ceritakan pada anak cucu ?
Masih bisakah mereka melihat indahnya mega petang bertabur bintang?
Masih bisakah mereka mendengar nyanyian burung di hutan?
Masih maukah mereka bersikap ramah tanpa kepura puraan ?

No comments:

Post a Comment